langit cakrawala lambat laun menghitam, iringi harapan yang sirna
terkutuk berpijak pada tanah tak berpihak
terbelenggu aturan dan sistem yang menindas, melumpuhkan kehendak
terpuruk (dalam) budaya tata karma dan sopan santun membusuk
parodi satir.. mengemis mimpi.. damai temporer hanya ilusi
bunuh dan tikam
mengasah kultur belati
pawai rayakan nyeri
nurani terampas paksa.. terpekosa pasrah sekarat
fajar keagungan mata pisau
hening terkoyak dendam memerah pekat
menyambut hangat ajal berbisik memanggil pasti
panorama alam baka terbuka
kematian berkilau menyilaukan
supremasi tirani yang berkuasa
menyodomi hukum impotensi
abstrak.. bias..
bunuh / dan tikam
mengasah kultur belati
pawai rayakan nyeri
insting membunuh untuk semua umur
iblis untuk hari ini, monster masa depan suram
Thursday, October 28, 2010
Saturday, August 28, 2010
Bulan Penuh Berkah (bagi perampok)
Sedari kecil, saya sangat kagum dengan militer…terkesima dengan badan tegap, kesigapan dan tentu saja tentengan mereka, SENJATA….mulai dari pisau lipat, hand gun dan tentu saja favorit saya senapan laras panjang..bercita2 dapat menjadi seperti mereka, menembaki musuh…hahahay…tapi cita2 mesti saya kubur sebab ibu saya tidak menginginkan anaknya berbalut bendera merah putih saat pulang tugas…lebih aman bermain dengan stetoskop dan jarum suntik sepertinya…
Sebulan terakhir, setiap saya menonton tivi, ada saja berita tentang perampokan bersenjata…tidak main2, bukan hanya senjata tajam, mereka juga menggunakan senjata api, kali ini bukan pistol atau handgun lagi, tapi senapan serbu sekelas varian AK (Avtomat-Kalashnikova)…seperti yang terjadi di Medan, sekelompok orang merampok Bank swasta..mungkin hal yang biasa jika terjadi perampokan Bank, namun yang menjadi luar biasa adalah, senjata mereka!!yaaa, hampir semua personel perampok menenteng senapan serbu…entah jenis apa, sebab tidak ada gambar close up nya, dan varian senapan serbu AK yang lumayan banyak….namun, pertanyaan mendasar saya, bagaimana mungkin warga sipil dapat memiliki senapan serbu???setahu saya warga sipil hanya boleh memiliki handgun, itupun dengan syarat dan sudah dites segala macam…terlepas dari pertanyaan itu, sangat keren menyaksikan aksi brutal mereka lewat rekaman CCTV dan jepretan seorang fotografer…damn…mereka idola baru saya!!!..
Sebulan terakhir, setiap saya menonton tivi, ada saja berita tentang perampokan bersenjata…tidak main2, bukan hanya senjata tajam, mereka juga menggunakan senjata api, kali ini bukan pistol atau handgun lagi, tapi senapan serbu sekelas varian AK (Avtomat-Kalashnikova)…seperti yang terjadi di Medan, sekelompok orang merampok Bank swasta..mungkin hal yang biasa jika terjadi perampokan Bank, namun yang menjadi luar biasa adalah, senjata mereka!!yaaa, hampir semua personel perampok menenteng senapan serbu…entah jenis apa, sebab tidak ada gambar close up nya, dan varian senapan serbu AK yang lumayan banyak….namun, pertanyaan mendasar saya, bagaimana mungkin warga sipil dapat memiliki senapan serbu???setahu saya warga sipil hanya boleh memiliki handgun, itupun dengan syarat dan sudah dites segala macam…terlepas dari pertanyaan itu, sangat keren menyaksikan aksi brutal mereka lewat rekaman CCTV dan jepretan seorang fotografer…damn…mereka idola baru saya!!!..
Nasionalisme Dadakan
Mungkin makna kata NASIONALISME bagi mereka adalah melempari kedutaan besar Negara tetangga dengan tinja..mungkin mereka menganggap tindakan tersebut sangat amat mencerminkan tingginya rasa NASIONALISME mereka…menurut saya itu hal yang BODOH (B.O.D.O.H jika vokalis d’bagindas yang mengucapkannya). Coba rumah mereka dilempari tinja oleh tetangga mereka sendiri…apakah mereka tidak marah??...apakah tidak tersinggung?...
Kalau mereka memang nasionalis, apakah tindakan mereka sehari2 memang mencerminkan seorang yang nasionalis?saya meragukannya…lihat saja sekeliling kita selama ini, mana yang lebih meriah anda liat, apakah bendera MERAH PUTIH saat 17 Agustus lalu atau bendera2 peserta piala dunia saat piala dunia lalu??..hal2 kecil yang menurut saya cukup mencerminkan rasa nasionalisme…
Mereka sekelompok orang yang berpikiran pendek, gampang terprovokasi oleh bualan media yang terlalu pintar membesar-besarkan masalah…mereka sekelompok orang yang baru merasa memiliki sesuatu setelah ada yang berusaha merebutnya, mereka tidak bangga dan tidak merasa memiliki dari awal..
Apakah yang mereka dapat dengan melempari kedubes Negara tetangga dengan tinja???apakah mereka mendapatkan kedaulatannya dengan tinja itu??TIDAK…mereka menginginkan perang dengan Negara tetangga ini…jika perang ‘resmi’ itu terjadi, apakah mereka yang ada di garis terdepan??tentu BUKAN…Tentara kita yang ada di garis terdepan, kalaupun ada korban jiwa, para prajurit inilah yang akan meninggal pertama (mengingat senjata n alat tempur kita sudah kuno), bukan orang2 yang melempari kedubes dengan tinja!!!
Okelah, saya juga terkadang kesal dengan beberapa tingkah laku Negara tetangga ini…tapi menurut saya, semua masalah, bisa diselesaikan dengan jalur diplomatic, duduk bersama dan menentukan jalan keluar bersama yang terbaik bagi kedua belah pihak…apabila kita kalah dalam jalur diplomatik, yaa kita mesti menerimanya dan salahkan para diplomat ato negosiator kita yang mungkin kemampuannya masih jauh dibawah negosiator Negara tetangga..
Kalau mereka memang nasionalis, apakah tindakan mereka sehari2 memang mencerminkan seorang yang nasionalis?saya meragukannya…lihat saja sekeliling kita selama ini, mana yang lebih meriah anda liat, apakah bendera MERAH PUTIH saat 17 Agustus lalu atau bendera2 peserta piala dunia saat piala dunia lalu??..hal2 kecil yang menurut saya cukup mencerminkan rasa nasionalisme…
Mereka sekelompok orang yang berpikiran pendek, gampang terprovokasi oleh bualan media yang terlalu pintar membesar-besarkan masalah…mereka sekelompok orang yang baru merasa memiliki sesuatu setelah ada yang berusaha merebutnya, mereka tidak bangga dan tidak merasa memiliki dari awal..
Apakah yang mereka dapat dengan melempari kedubes Negara tetangga dengan tinja???apakah mereka mendapatkan kedaulatannya dengan tinja itu??TIDAK…mereka menginginkan perang dengan Negara tetangga ini…jika perang ‘resmi’ itu terjadi, apakah mereka yang ada di garis terdepan??tentu BUKAN…Tentara kita yang ada di garis terdepan, kalaupun ada korban jiwa, para prajurit inilah yang akan meninggal pertama (mengingat senjata n alat tempur kita sudah kuno), bukan orang2 yang melempari kedubes dengan tinja!!!
Okelah, saya juga terkadang kesal dengan beberapa tingkah laku Negara tetangga ini…tapi menurut saya, semua masalah, bisa diselesaikan dengan jalur diplomatic, duduk bersama dan menentukan jalan keluar bersama yang terbaik bagi kedua belah pihak…apabila kita kalah dalam jalur diplomatik, yaa kita mesti menerimanya dan salahkan para diplomat ato negosiator kita yang mungkin kemampuannya masih jauh dibawah negosiator Negara tetangga..
Tuesday, June 29, 2010
-darah juang-
Di suatu perempatan, saya menghentikan motor karena lampu merah menyala…datanglah beberapa anak kumal dengan dandanan anti-kemapanan ala mereka sambil menenteng sebuah gitar kecil…mereka menghampiri mobil mewah yang tepat berhenti di depan saya…mulailah mereka memainkan skill ber-gitar mereka dan menyanyikan lirik sebuah lagu…saya pun ikut mendengarkan suara pas-pasan mereka…oh my goat!!!!mereka menyanyikan lagu DARAH JUANG…lagu wajib para mahasiswa…lagu yang mengiringi setiap aksi-aksi mahasiswa….lagu yang mampu memberdirikan bulu kuduk saya ketika ratusan mahasiswa menyanyikan lagu ini sambil mengangkat tangan kiriny..mengepal kuat ke angkasa…berikut liriknya…mohon maaf jika ada kata yang salah..
DARAH JUANG
Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti
DARAH JUANG
Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti
Thursday, June 3, 2010
Bahasa INDONESIA
Saya dilahirkan disini, INDONESIA, sepantasnyalah saya “pintar dan bangga” menggunakan bahasa Indonesia…faktanya saya banyak menemui kejanggalan tentang rakyat Indonesia (terutama saya dan lingkungan sekitar saya) dan bahasa Indonesia-nya….
Pertama, nilai Bahasa Indonesia lah yang terendah dalam setiap UAN saya (UAN SD, SMP, SMA)…saya selalu menganggap pelajaran matematika atau fisika jauh lebih mudah dari pelajaran bahasa Indonesia….bahkan pelajaran bahasa Inggris pun saya anggap lebih mudah daripada pelajaran bahasa Indonesia (faktanya memang nilai bahasa Inggris saya lebih tinggi dibanding nilai bahasa Indonesia)…sampai saat ini, saya belum mendapat jawaban pasti kenapa hal itu bisa terjadi…
Kedua, di institusi yang sedang saya jalani (dengan berat!!), mulai angkatan di bawah saya, ada kelas internasional…dari namanya saja sudah terbayang suatu kelas yang dipenuhi dengan manusia2 bertaraf internasional (dari segi bahasa dan IQ)….tidak peduli asal mereka darimana, jika mereka sudah masuk kelas internasional, mereka dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris….baik dalam kuliah maupun diskusi….ini merupakan “aturan main” yang bodoh menurut saya…kita hidup di INDONESIA bung….kenapa mesti menggunakan bahasa orang lain??...dan anehnya lagi, mereka akan belajar menghadapi pasien di Indonesia, khususnya di BALI!!!okelah kalo dapet pasien muda yang mengerti dengan bahasa Indonesia ala kadarnya (bercampur dengan logat negeri seberang)….coba kalo mereka dapat pasien orang tua yang kurang berpendidikan, apakah mereka bisa mewawancarai pasien ini?????saya juga tidak dapat membayangkan bagaimana mereka waktu melakukan kerja sosial yang notabene pasti dilakukan di pelosok Bali….dimana pengalaman saya pribadi, saya sendiri susah mengerti ‘bahasa Bali’ warga pelosok (dengan dialek lokalnya yang susah saya cerna)….
Ketiga, beberapa bagian yang saya lewati, mewajibkan melaporkan kasus dengan bahasa Inggris….saya tidak tahu fungsinya apa…kalopun dibilang untuk meningkatkan skill berbicara dengan bahasa Inggris untuk menghadapi globalisasi, saya rasa tempatnya salah….ini tempat belajar kasus….dengan penyampaian yang terbata2 menggunakan bahasa orang lain, saya kira tidak akan terjadi diskusi yang bermutu!!!masih banyak forum2 ilmiah dan pertemuan internasional yang menurut saya lebih cocok menjadi ajang penggunaan bahasa Inggris…
Keempat, saya bukannya seorang yang munafik atau merasa tidak perlu bahasa Inggris….saya merasa sangat amat perlu belajar bahasa Inggris, apalagi kita tidak akan bisa menentang arus globalisasi… namun, untuk belajar praktek bahsa inggris ini lah yang menurut saya harus pada tempatnya….tidak perlu di kelas, tidak perlu di laporan, pergilah ke tempat wisata…pergunakanlah skill bahasa asingmu dengan warga asing disana…
Kelima, saya akan tetap menjalankan semua aturan tersebut meskipun bertentangan dengan hati nurani saya…sebab saya hanyalah sebagai objek penderita, rantai makanan paling bawah yang mesti menjalankan semua perintah.....tentu beda jika suatu saat nanti saya duduk sebagai pemegang keputusan…tentu saya akan merubah semua aturan main tersebut…..
Keenam, meskipun saya sok2an sebagai aktivis cinta bahasa Indonesia, namun dalam tulisan ini banyak kata2 ato kalimat2 yang tidak sesuai dengan EYD…yaa, saya akui itu, saya masih belum bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar di Indonesia ini…
*no offense*
Pertama, nilai Bahasa Indonesia lah yang terendah dalam setiap UAN saya (UAN SD, SMP, SMA)…saya selalu menganggap pelajaran matematika atau fisika jauh lebih mudah dari pelajaran bahasa Indonesia….bahkan pelajaran bahasa Inggris pun saya anggap lebih mudah daripada pelajaran bahasa Indonesia (faktanya memang nilai bahasa Inggris saya lebih tinggi dibanding nilai bahasa Indonesia)…sampai saat ini, saya belum mendapat jawaban pasti kenapa hal itu bisa terjadi…
Kedua, di institusi yang sedang saya jalani (dengan berat!!), mulai angkatan di bawah saya, ada kelas internasional…dari namanya saja sudah terbayang suatu kelas yang dipenuhi dengan manusia2 bertaraf internasional (dari segi bahasa dan IQ)….tidak peduli asal mereka darimana, jika mereka sudah masuk kelas internasional, mereka dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris….baik dalam kuliah maupun diskusi….ini merupakan “aturan main” yang bodoh menurut saya…kita hidup di INDONESIA bung….kenapa mesti menggunakan bahasa orang lain??...dan anehnya lagi, mereka akan belajar menghadapi pasien di Indonesia, khususnya di BALI!!!okelah kalo dapet pasien muda yang mengerti dengan bahasa Indonesia ala kadarnya (bercampur dengan logat negeri seberang)….coba kalo mereka dapat pasien orang tua yang kurang berpendidikan, apakah mereka bisa mewawancarai pasien ini?????saya juga tidak dapat membayangkan bagaimana mereka waktu melakukan kerja sosial yang notabene pasti dilakukan di pelosok Bali….dimana pengalaman saya pribadi, saya sendiri susah mengerti ‘bahasa Bali’ warga pelosok (dengan dialek lokalnya yang susah saya cerna)….
Ketiga, beberapa bagian yang saya lewati, mewajibkan melaporkan kasus dengan bahasa Inggris….saya tidak tahu fungsinya apa…kalopun dibilang untuk meningkatkan skill berbicara dengan bahasa Inggris untuk menghadapi globalisasi, saya rasa tempatnya salah….ini tempat belajar kasus….dengan penyampaian yang terbata2 menggunakan bahasa orang lain, saya kira tidak akan terjadi diskusi yang bermutu!!!masih banyak forum2 ilmiah dan pertemuan internasional yang menurut saya lebih cocok menjadi ajang penggunaan bahasa Inggris…
Keempat, saya bukannya seorang yang munafik atau merasa tidak perlu bahasa Inggris….saya merasa sangat amat perlu belajar bahasa Inggris, apalagi kita tidak akan bisa menentang arus globalisasi… namun, untuk belajar praktek bahsa inggris ini lah yang menurut saya harus pada tempatnya….tidak perlu di kelas, tidak perlu di laporan, pergilah ke tempat wisata…pergunakanlah skill bahasa asingmu dengan warga asing disana…
Kelima, saya akan tetap menjalankan semua aturan tersebut meskipun bertentangan dengan hati nurani saya…sebab saya hanyalah sebagai objek penderita, rantai makanan paling bawah yang mesti menjalankan semua perintah.....tentu beda jika suatu saat nanti saya duduk sebagai pemegang keputusan…tentu saya akan merubah semua aturan main tersebut…..
Keenam, meskipun saya sok2an sebagai aktivis cinta bahasa Indonesia, namun dalam tulisan ini banyak kata2 ato kalimat2 yang tidak sesuai dengan EYD…yaa, saya akui itu, saya masih belum bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar di Indonesia ini…
*no offense*
-bosan oktan tinggi-
Akhir2 saya sedang keranjingan mendengar lagu Seringai yang berjudul Membakar Jakarta...pada bagian awal lagu, terdengar suara seorang wanita yang seperti sedang curhat mengenai rutinitasnya….kata2nya seperti ini….
Gila, gw muak banget sama rutinitas hidup gw, dari pagi gw bangun, berangkat kena macet, sampe di kantor ketemu bos yang banyak mawnya, bikin gw tertekan taw gak sih??pulang malem, capek, sampe rumah langsung tidur, besoknya bangun gitu lagi, gw gak pernah punya waktu untuk diri gw sendiri, gw capek!!!!
Entah kenapa, kata2 tersebut melekat di hati saya…saya kira cocok dengan kehidupan saya….
*no offense*
Gila, gw muak banget sama rutinitas hidup gw, dari pagi gw bangun, berangkat kena macet, sampe di kantor ketemu bos yang banyak mawnya, bikin gw tertekan taw gak sih??pulang malem, capek, sampe rumah langsung tidur, besoknya bangun gitu lagi, gw gak pernah punya waktu untuk diri gw sendiri, gw capek!!!!
Entah kenapa, kata2 tersebut melekat di hati saya…saya kira cocok dengan kehidupan saya….
*no offense*
Monday, March 22, 2010
Rayuan Gombal!!!
Dengan puisi aku bernyanyi….dalam keindahan kata-kata ku ingin memiliki dirimu untuk diriku….entah mengapa hati ini bagai terbakar api….oh kuasa jangan kau buat dia enggan mendekati aku, memiliki aku….sudikah engkau menerima cintaku??ku kan berjanji takkan membuatmu terluka…sudikah engkau menerima cintaku?....ku kan berjanji sepenuh jiwa…tak perlu ragu untuk memilihku….kupastikan hidupmu takkan pernah merasa jemu…..tak ada duka, yang ada hanya suka….hanya ini yang bisa kujamin kuberikan kepadamu…coba kau pikirkan, coba kau renungkan apa yang kuberikan bukan hanya bohong belaka…..
Subscribe to:
Posts (Atom)