Sunday, January 16, 2011

-PWG-


Sering saya lihat di forum2 internet, maupun di situs jejaring social ada kelompok2 yang menamakan diri mereka APWG ato Anti Pee Wee Gaskin…entah apa salah PWG sehingga begitu banyak orang yang membencinya…dan kalaupun memang benar PWG sempat berbuat kesalahan, apakah semua orang APWG itu tahu apa kesalahan PWG?...saya rasa TIDAK…mereka hanya terprovokasi dari segelintir orang saya rasa….berkat hasutan ditambah mental tempe yang mereka miliki, mereka pun mau setia hadir di setiap konser PWG, mengacungkan jari tengah mereka, serta melempari PWG dengan apa yang ada di sekitarnya…Saya bukan penggemar fanatic PWG…saya hanya salut PWG menciptakan lagu Dari Mata Sang Garuda, yang sangat nasionalis saya rasa…APWG, apa yang telah anda perbuat untuk Indonesia??....NOTHING….Dan, sampai mati pun, saya tidak akan terhasut cerita2 negatif kalian tentang PWG….selama tidak ada personel PWG yang ‘bersinggungan’ dengan saya, saya tetap salut untuk PWG….kalau anda tidak suka PWG, gampang, tidak usah datang ke konsernya, tidak usah menonton acara live mereka di TV…benci boleh2 saja, itu sah…tapi jangan dedikasikan hidupmu untuk membenci sesuatu….

Saturday, January 8, 2011

-terbungkus rapi-


Pernahkah anda tertarik membeli sesuatu, menghambur2kan uang anda untuk sesuatu yang sebenarnya tidak anda perlukan??mungkin anda hanya tertarik pada kemasan maupun rupa barang itu, sementara fungsinya sama sekali tidak anda perlukan???…

Mungkin itu yang saya lihat terjadi belakangan ini..euforia kemenangan tim sepakbola Indonesia dalam piala AFF masih terasa saat ini…bukan hanya masuk di berita ‘biasa’, namun beritanya masuk juga dalam beberapa acara berita selebritis…sah-sah saja memang mengingat kerja keras pemain2 pilihan itu…namun sadarkah kalian, yang sering diwawancarai dan disorot media hanya Irfan Bachdim, Christian Gonzales serta Markus Harris Maulana….tiga pemaen tersebut mendominasi perbincangan, mendominasi sesi wawancara dan memenuhi layar kaca...d samping skill teknik yang memang “pilihan”, kenapa pemaen laen jarang mendapat sorotan???...

Anda lihat Bambang Pamungkas, ditengah cercaan orang akan penurunan performanya di tim, ia mampu menjawabnya dengan ketenangannya mengeksekusi 2 tendangan penalty yang memenangkan Indonesia…belum lagi Arif Suyono yang menurut saya selalu tampil habis2an dalam setiap menit yang diberikan pelatih kepadanya….Anda lihat umpan-umpan jauh Firman Utina selalu menemui penyerang-penyerang kita, kematangannya sebagai kapten juga mesti kita acungi jempol…bersamanya ada Bustomi, pemaen muda yang pandai mengatur ritme permainan…Nasuha kepalanya sampai bocor dalam mengawal timnas…belum lagi penyelamatan gemilang dari Maman dan Zulkifli, memback up kesalahan Markus…dan juga media jarang menyorot Boas, pemain muda yang sangat berbahaya…pada kali ini bukan akibat aksinya di lapangan, ia tidak ikut seleksi Timnas akibat harus menemani anaknya yang sakit di Papua...ini saya rasa tindakan yang sportif, Pahlawan bagi keluarganya, bukan indisipliner seperti anggapan sebagian orang…

Kenapa Bambang, Arif, Maman, Zulkifli, Nasuha, Hamka Hamzah, Bustomi, Firman Utina jarang jarang disorot??apakah mereka tidak memiliki warna kulit putih dihiasi tatto dengan mata coklat atau logat kebarat-baratan ala Irfan???Atau karena mereka tidak memiliki istri artis terkenal seperti markus???media terlalu memilih2!!!memilih berita sama saja memilih ‘barang jualan’!!!!...bambang pamungkas sempat menulis dalam situs pribadinya “sejujurnya saya kagum dengan sosok seorang Irfan Bachdim, yg dalam pendapat saya mampu memposisikan dirinya seperti David Beckham kepada para penggemar dan wartawan. Irfan selalu mampu tersenyum kepada semua orang, melayani setiap wawancara dan terlihat sangat nyaman dalam melakukan hal-hal tersebut. Saya tau itu membutuhkan energi yg tidak sedikit, dan Irfan mampu melakukan itu, anak itu sangat luar biasa dimata saya”….saya sangat menghargai pernyataan bambang ini….

Seandainya saya menjadi pelatih timnas, poros Markus, Hamka, Maman, Firman, Boas dan Bambang tidak akan tergantikan…maju terus INDONESIA!!!!!

Thursday, December 23, 2010

Pertarungan Bakat!!!

Bakat seseorang tidak bisa diukur dan dihakimi dari polling sms, komentar sok paling benar dan paling bisa dari komentator maupun dari teriakan penonton….semua orang memiliki bakat berbeda, orisinil, dan tentu saja tidak bisa dibandingkan bakat antar manusia, apalagi dipertandingkan dan dicari juaranya….BODOH….bahkan (maaf) orang tuna netra, tuna daksa, tuna rungu, tuna wisma dan tuna tuna lainnya pasti memiliki bakat terpendam yang luar biasa…hanya saja mereka tidak berkesempatan berdiri diatas panggung megah itu…

Surat Buat Bapak

Sosok tinggi besar dengan rambut putihnya itu memang tampak tidak bersahabat…tatap matanya tetap tajam dibalik kerutan kulit tuanya….lebih dari 60 tahun bapak mengarungi hidupnya yang keras…bapak terlahir di keluarga petani, ia terbiasa dengan pekerjaan petani pada umumnya, menggarap sawah dan mengurus ternak…

Bapak memilih jalan hidupnya, menjadi seorang guru, pindah ke kota dan membangun keluarga…ia sering bercerita tentang pahitnya perjuangannya menjalani rumah tangga di awal-awal pernikahannya…minimalnya orang memulai rumah tangga dari niali nol, namun bapak mengatakan ia memulainya dari nilai minus, lebih kecil dari nol….di awal pernikahannya, ibu sakit dan harus merelakan 3 orang anaknya meninggal…bapak sering bercerita bagaimana perihnya ketika gaji guru waktu itu, hanya mampu untuk membayar biaya 3x berobat, belum untuk biaya hidup dan biaya2 lainnya..ibu bolak balik mesti dirawat di rumah sakit…bapak tidak mengeluh…ia setia menunggui ibu, bolak balik gianyar-denpasar hanya ditemani vespa tuanya (yang masih hingga sekarang)…

Kemudian mereka memiliki 2 anak, perempuan dan laki-laki..mereka membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan disiplin tingkat tinggi…bersama ibu, bapak mesti kerja pagi-sore sebagai guru saat itu untuk menghidupi kami..tapi mereka tetap mampu mendukung kami dalam prestasi akademik…tidak aku pungkiri kalau kakakku secara nyata lebih berprestasi dibandingkan aku….porsi bapak dan ibu dalam membimbing kami sebenarnya sama, namun entah kenapa aku selalu lebih nyaman ketika diajari oleh bapak….kebetulan bapak sebagai guru fisika, dan aku paling suka dengan pelajaran matematika…bapak selalu mampu menuntunku dalam mengerjakan setiap masalah pelajaran…aku dan kakak selalu mendapat peringkat kelas selama di jenjang pendidikan….

Seiring dengan berjalannya waktu, bapak akhirnya menjadi kepala sekolah di sebuah SMA negeri....yang membuat aku semakin kagum dengannya adalah ketika aku melihat kesederhanaannya sebagai kepala sekolah…aku sering melihat guru dengan golongan yang lebih rendah dari bapak, hidup dengan gaya hidup yang mewah, mengendarai mobil dan menenteng hape model terbaru….tidak demikian dengan bapak…dalam jabatannya sebagai kepala sekolah, ia tetap mengendarai sepeda motor….nampaknya ia lebih focus untuk membesarkan kedua anaknya…

Nyatanya ia berhasil…bapak berhasil menyekolahkan kedua anaknya ke fakultas kedokteran dari hasil keringatnya sendiri…bahkan kakakku kini melanjutkan sekolah mencari spesialis anestesi, juga dengan hasil tabungannya sendiri….ini yang sangat-sangat membuatku kagum dengannya..

Kini usianya semakin menua, ada satu hal prinsipil yang berubah darinya…dulu aku mengenalnya sebagai sosok yang menakutkan…sosok yang akan memberikan hukuman ketika aku berbuat kesalahan...kini ia berubah menjadi layaknya sahabat…dengan jarangnya pertemuan kami, setiap pertemuan kami isi dengan obrolan-obrolan singkat mengenai hidup dan masa depan..perubahan ini sepertinya diawali saat bapak opname lama di rumah sakit demi mengobati gagal ginjal dan pembesaran prostat yang dideritanya…

Kini kami, kedua anakmu, memang belum bisa membahagiakanmu, kami banyak membuat kesalahan kepadamu, sangat banyak menurutku…kami masih hanya bisa meminta dan meminta darimu, tapi yakinlah suatu saat nanti aku akan membuatmu menolehku, menepuk bahuku dengan bangga dan berkata, ini anakku!!!

Filosofi Sampah

Seonggok (baca:SEORANG) sampah, tetap akan menjadi SAMPAH!!!...seberapa besarpun usaha anda untuk mengolahnya menjadi benda daur ulang atau kerajinan tangan yang bahkan menghasilkan uang ketika dijual, semua itu pada dasarnya tetap sama, yaitu SAMPAH….it’s useless!!!!

Thursday, December 16, 2010

Dari Mata Sang Garuda

Dari mata sang garuda
Memandang luas dari langit yang tinggi
Bersatulah untuk INDONESIA
Kobarkan semangatmu
Kan ku bela sampai habis nafasku
Jangan pernah menyerah
Sudah terlalu lama kita terlelap
Bangkit dan raih semua mimpi
Jangan lupakan darah dan keringat
Pemuda pemudi sebelum kita
Tak kan tergantikan segala harta
Jangan biarkan mereka mencuri
Segala semua dari leluhur kita
Buka mata, hati, dan telinga
Sebelum semuanya sirna
Dari mata sang garuda
Memandang luas dari langit yang tinggi
Bersatulah untuk INDONESIA
Kobarkan semangatmu
Kan ku bela sampai habis nafasku
Jangan pernah menyerah
Sudah terlalu lama kita terlelap
Bangkit dan raih semua mimpi
INDONESIA dengarlah suaraku
Kan ku bawa sampai akhir langkahku
Jangan pernah menyerah
Sudah terlalu lama kita terlelap
Merah putih kan s’lalu di hati

Thursday, October 28, 2010

dominasi belati

langit cakrawala lambat laun menghitam, iringi harapan yang sirna
terkutuk berpijak pada tanah tak berpihak
terbelenggu aturan dan sistem yang menindas, melumpuhkan kehendak
terpuruk (dalam) budaya tata karma dan sopan santun membusuk
parodi satir.. mengemis mimpi.. damai temporer hanya ilusi

bunuh dan tikam
mengasah kultur belati
pawai rayakan nyeri
nurani terampas paksa.. terpekosa pasrah sekarat
fajar keagungan mata pisau
hening terkoyak dendam memerah pekat
menyambut hangat ajal berbisik memanggil pasti
panorama alam baka terbuka
kematian berkilau menyilaukan
supremasi tirani yang berkuasa
menyodomi hukum impotensi
abstrak.. bias..

bunuh / dan tikam
mengasah kultur belati
pawai rayakan nyeri

insting membunuh untuk semua umur
iblis untuk hari ini, monster masa depan suram