Apakah mereka yang rela tidak tidur 3 hari menungguimu yang tidak berdaya di Rumah sakit?????..BUKAN....mereka hanya mendatangimu 15 menit dalam 3 hari itu....
Apakah mereka yang reLa menempuh 50 km pada jam 5.30 pagi, menembus dinginnya pagi, hanya untuk menjemputmu yang masih terlelap dalam mimpimu????????...BUKAN...Mereka sama sepertimu, terlelap dalam hangatnya kamar mereka
Apakah mereka yang rela menyisihkan uang sakunya untuk membelikanmu pulsa saat kamu tidak punya pulsa???????....BUKAN....mereka tidak akan melakukan itu....
Apakah mereka yang reLa memilihmu ketika ada pilihan lain????????....BUKAN....mereka akan memilih yang lainnya...mereka meninggalkanmu....
Kenapa sekarang waktumu hanya untuk mereka????kenapa pulsamu hanya untuk mereka????.....
Kamu boleh sebut mereka TEMAN, aku sebut mereka S-A-M-P-A-H....
Wednesday, September 9, 2009
Tuesday, September 1, 2009
TATAPAN TAJAM 2 PASANG MATA
Malam itu seperti malam biasanya...sore hingga maLam saya bunuh waktu dengan bermain PES di komp....sendirian di kost....sekitar pukul 22.00, saya hendak keluar, menjemput seeorang......karena pertimbangan waktu, akhirnya saya memilih lewat jalan barat.....kost saya memang memiliki 2 jalan keluar.....jalan timur, sebut saja begitu, lebih ramai, sebab melewati rumah2 penduduk, serta jalan barat yang sepi, hanya berisi tanah kosong penuh ilalang, segerombolan sapi dan seekor anjing tua yang siap mengejar motor yang lewat.....persamaan kedua jalan ini hanya ada 1, yaitu sama2 ditempeli plang PEMULUNG DILARANG MASUK!!.....jalan itu benar2 gelap karena tidak ada rumah maupun lampu penerang jaLan....untung saja anjing tua itu lagi tidak mood mengejar saya....mungkin anjing itu sudah capek mengejar orang2 yang lewat dari tadi.....namun, dengan bantuan sorot lampu motor saya yang tidak begitu terang, dari baLik iLalang, diantara bebatuan, saya meLihat 2 anak ”manusia”.....perempuan....mungkin berumur 10 tahun......dengan pakaian lusuh dan badan yang kurang terurus, mereka asyik mencari kutu (bayangkan 2 orang berdampingan, seorang mencari kutu di kepala temannya) sambiL berkomat kamit....entahlah mereka sedang menyanyikan lagu apa (teringat dengan fiLm freddy vs jason dimana ada adegan anak2 kecil menyanyikan lagu syahdu yang membangunkan bulu kuduk).......sekilas mereka sempat nanar menatap mata saya.....haH..................saya tidak habis pikir......kenapa ada 2 anak keciL di tempat seperti itu tanpa ada pengawasan dari orang tua......menurut saya klo orang NORMAL (normal dalam artian tanpa gangguan jiwa dan MANUSIA sesungguhnya) tidak mungkin berani berdiam diri di kegelapan malam, di tanah kosong penuh ilalang yang sangat amat sepi........
Wednesday, August 26, 2009
menikmati peran TUHAN
Sejak tahun 2002, sekelompok orang dengan arogannya memilih menjadi TUHAN berlandaskan agama....orang2 yang saLah tafsir akan kitab suci mereka sendiri....dengan arogannya tetua mereka mencak2 di tipi, dimanapun ada antek2 amerika serikat, siLaken dibunuh...buSet dah...orang tua udah bau tanah dan mendekati neraka ini kok malah makin ngawur ngomongnya....apapun aLAsannya, menurut saya SANGAT AMAT SALAH klo ada orang yang membenarkan adanya pembunuhan....memangnya dia siapa?....dia juga hanya manusia biasa ciptaan TUHAN yang saya yakin tidak lupuT dari kesaLahan...sudah sepantasnyaLah dia tidak berusaha menyamai penciptanya iTU....Anehnya lagi, seTiap ada bOM meLedak, dia juga mengatakan bahwa orang2 pengebOM ini akan masuk surga dengan tenang.....hhfff...dia pikir dia siapa bisa menentukan hidup mati seseorang dan menentukan seseorang masuk neraka ato sorga...daMN....dunia tidak sependek jaLan pikiran anda kek..
Friday, August 14, 2009
BALI milik SIAPA?
Pertanyaan bodoh ini telah lama berputar2 mengisi ruang tengkorak saya....
PERTAMA saya rasa bali kini kembali DIJAJAH bangsa luar....coba liat di sekitar areal persawahan dan di tempat2 yang memiliki pemandangan yang bagus, biasanya nyempil rumah mewah yang sering kita sebut sebagai viLLA...Siapa yang punya itu?orang BALI kah?saya ragukan itu...Orang luar Bali-kah?mungkin........Orang Luar negeri?saya yakin itu.......Orang2 lokal kita hanya dipekerjakan sebagai pekerja disana...Entah sebagai tukang bangunan, penjaga rumah, pembantu atau supir mereka...
KEDUA saya rasa masyarakat bali ”tidak bisa” berwisata ke mana2...sebab tempat2 wisata di BALI memang disetting untuk wisatawan luar negeri!!Bayangin aja, untuk lihat hewan2 lagi tiduran aje kita mesti bayar mahal...Untuk lihat burung lagi BAB juga mesti bayar mahal...Apalagi mainan air sambil naik perosotannya nambah mahal lagi....Otomatis masyarakat lokal menengah ke bawah hanya mampu berwisata alam semisal ke pantai atau gunung...Itupun tanpa membeli apa2, sebab walopun tidak bayar tiket masuk, klo sudah disetting menjadi tempat wisata, harga2 disekitarnya pun otomatis menigkat secara signifikan.
KETIGA tentu saja masalah bahasa
Jadi menurut saya BALI milik mereka2 aja n kita sebagai masyarakat lokal hanya sebagai ”wisatawan di rumah sendiri”
PERTAMA saya rasa bali kini kembali DIJAJAH bangsa luar....coba liat di sekitar areal persawahan dan di tempat2 yang memiliki pemandangan yang bagus, biasanya nyempil rumah mewah yang sering kita sebut sebagai viLLA...Siapa yang punya itu?orang BALI kah?saya ragukan itu...Orang luar Bali-kah?mungkin........Orang Luar negeri?saya yakin itu.......Orang2 lokal kita hanya dipekerjakan sebagai pekerja disana...Entah sebagai tukang bangunan, penjaga rumah, pembantu atau supir mereka...
KEDUA saya rasa masyarakat bali ”tidak bisa” berwisata ke mana2...sebab tempat2 wisata di BALI memang disetting untuk wisatawan luar negeri!!Bayangin aja, untuk lihat hewan2 lagi tiduran aje kita mesti bayar mahal...Untuk lihat burung lagi BAB juga mesti bayar mahal...Apalagi mainan air sambil naik perosotannya nambah mahal lagi....Otomatis masyarakat lokal menengah ke bawah hanya mampu berwisata alam semisal ke pantai atau gunung...Itupun tanpa membeli apa2, sebab walopun tidak bayar tiket masuk, klo sudah disetting menjadi tempat wisata, harga2 disekitarnya pun otomatis menigkat secara signifikan.
KETIGA tentu saja masalah bahasa
Jadi menurut saya BALI milik mereka2 aja n kita sebagai masyarakat lokal hanya sebagai ”wisatawan di rumah sendiri”
DIMANA BUMI DIPIJAK DISANA LANGIT DIJUNJUNG
Teringat akan dunia saat masih duduk di SD....Kita dijejali berbagai macam peribahasa yang harus kita hapalkan kalimat serta maknanya.....Sebab, akan keluar setiap ujian BAHASA INDONESIA...Salah satu peribahasa yang saya ingat adalah peribahasa diatas (sepertinya seperti itu, maap bila terjadi kesalahan penulisan sebab buku 1001 peribahasa saya telah hilang dari dulu).
Peribahasa tersebut menurut saya sudah tidak relevan lagi pada jaman sekarang....Coba liat, kini BALI menjadi tujuan wisata dunia....Begitu banyak wisatawan masuk ke BALI tiap hari...Namun apa yang terjadi???Apakah mereka menjunjung langit BALI sebab mereka memijak tanah BALI???tentu TIDAK.......Malah kita yang menjunjung langit mereka walopun kita memijak bumi kita sendiri!!!!....IRONIS....Para pedagang acung yang tidak mengerti bahasa luar pun, sangat antusias mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa luar yang meski tenses dan grammar nya amburaduL...TRAE DIS SE....atao BAE MI SE kerapkali kita dengar di daerah objek2 wisata.....
Kalo kita berpijak dengan peribahasa tersebut (sebab peribahasa merupakan peninggalan dunia bahasa yang wajib kita lestarikan) besok2 kita mesti merubah pola pikir kita....Jadi setiap pedagang acung atopun masyarakat BALI lainnya harus menggunakan bahasa BALI dalam menghadapi wisatawan...COBA NE, BELI NE SIK, NGERTI CI?, CI CI CANG CANG, MEN CI NGERTI MAKASI, MEN SING SING KNAPE.....Merekalah yang seharusnya mempelajari bahasa kita....
Lagian, klo masyarakat BALI pergi keluar negeri, apakah mereka menyambut kita dengan bahasa BALI ato INDONESIA?...Tentu TIDAK...Kita juga yang mesti menggunakan bahasa mereka, sebab kita memijak tanah mereka.....
Peribahasa tersebut menurut saya sudah tidak relevan lagi pada jaman sekarang....Coba liat, kini BALI menjadi tujuan wisata dunia....Begitu banyak wisatawan masuk ke BALI tiap hari...Namun apa yang terjadi???Apakah mereka menjunjung langit BALI sebab mereka memijak tanah BALI???tentu TIDAK.......Malah kita yang menjunjung langit mereka walopun kita memijak bumi kita sendiri!!!!....IRONIS....Para pedagang acung yang tidak mengerti bahasa luar pun, sangat antusias mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa luar yang meski tenses dan grammar nya amburaduL...TRAE DIS SE....atao BAE MI SE kerapkali kita dengar di daerah objek2 wisata.....
Kalo kita berpijak dengan peribahasa tersebut (sebab peribahasa merupakan peninggalan dunia bahasa yang wajib kita lestarikan) besok2 kita mesti merubah pola pikir kita....Jadi setiap pedagang acung atopun masyarakat BALI lainnya harus menggunakan bahasa BALI dalam menghadapi wisatawan...COBA NE, BELI NE SIK, NGERTI CI?, CI CI CANG CANG, MEN CI NGERTI MAKASI, MEN SING SING KNAPE.....Merekalah yang seharusnya mempelajari bahasa kita....
Lagian, klo masyarakat BALI pergi keluar negeri, apakah mereka menyambut kita dengan bahasa BALI ato INDONESIA?...Tentu TIDAK...Kita juga yang mesti menggunakan bahasa mereka, sebab kita memijak tanah mereka.....
Thursday, July 30, 2009
Semper Fidelis (1)
jumlah penduduk...yaa, lebih 220 juta tentu tidak sedikit namanya.....masyarakat berjubeL.....menyesaki tiap jengkal tanah kaya raya itu....namun anehnya, untuk mencari 23 orang terbaik yang bisa menggocek dan menendang bola untuk dijadikan 1 tim sepak bola rasanya amat sulit dilakukan.....tim yang susah payah dibuat ”negara ITU”, selalu direndahkan oleh tim2 sepboL se-regional....selalu dikalahkan, meskipun selalu didukung jutaan suporter yang laksana pasukan berani mati....mati dalam arti sesungguhnya sebab mereka terkenal dengan keberingasannya...selalu menuntut untuk menang...tidak menerima kata kalah....kini kesempatan yang langka muncuL....tim sepboL itu dijadwalkan melawan tim seTan kaya dari benua seberang.....kaya dalam arti seseungguhnya tepatnya.....sebab harga seorang pemainnya setara dengan hadiah juara liga negara tersebut selama 650 tahun.....Buset dah.....mending buat kasi pesangon orang fakir miskin....tim sepboL ”negara ITU” pun berlatih keras, meskipun hasil akhirnya dipastikan 99,9% akan menderita kekalahan....tidak masalah, sebab pengalaman adalah guru terbaik...setidaknya dapat bersalaman dengan pemain2 dunia....namun, H-3 pertandingan akbar itu, ”negara ITU” diguncang boM.....bom meledak tepat di hotel tim sepboL ”negara ITU” dan tim seTan itu menginap....Untungnya tim SepboL ”negara ITU”sedang giat berlatih di luar hotel dan tim seTan belum datang....anjrit....kepurusan akhirnya pun bisa ditebak, tim seTAn batal datang ke negara itU...semua pihak pun kecewa....daMN...bener2 damN....sudah susah2 menyeleksi 23 orang untuk jadi tim sepBoL ”negara ITU”, masih ada oknum2 (entah itu warga negara itu senddiri atau warga luar negara itu) yang berencana menggagalkan kesempatan emas bertanding lawan tim seTan tersebut....damN...itulah salah satu cerita tentang negara bodoh yang sangat aku bela......
Tidak Lebih dari Seekor ANJING
Saya analogikan diri saya memelihara seekor ANJING....saya kewalahan....saya bingung apa yang harus saya lakukan....andaikata saya mengikatnya, mengekangnya, maka ia akan menyalak dengan keras....meronta2 minta dilepaskan dengan tampang memelas....tentu saya iBa dan melepasnya.....namun, apa yang terjadi selanjutnya ketika saya lepaskan???...ia begitu menikmati kebebasannya...berlari2an tidak tahu arah.....berlari2an lupa rumah......parahnya lagi dengan tanpa berdosa ia menggigit kaki saya....melupakan semua kasih sayang yang saya curahkan untuk membesarkannya.....akhirnya saya putuskan untuk membuangnya....jauH....namun, beberapa waktu kemudian, ia kembali....menemukan rumahnya lagi....rumah yang telah membesarkannya...rumah dimana ia dirawat dengan kasih sayang....ia datang dengan kondisi memprihatinkan....badan kurus dengan raut muka menyedihkan....membutakan mata....seakan melupakan segala perbuatan bodoh yang pernah ia lakukan......hUffff.........
Subscribe to:
Posts (Atom)